kasus penyiraman air keras

Babak Baru Kasus Penyiraman Air Keras Novel Baswedan 

Kasus penyiraman air keras yang menimpa penyidik senior KPK, Novel Baswedan kini mulai menemukan titik terang. Novel sebelumnya telah diperiksa oleh Tim Gabungan Pencari Fakta dan Polisi di Gedung KPK pada Kamis (20/06/2019) lalu.

Setelah penyelidikan panjang yang sempat membuat kasus ini terbengkalai, TGPF dikabarkan telah mengumumkan hasil investigasi. Novel yang mengalami kebutaan pada mata kirinya akibat siraman air keras itu memberikan keterangan setelah pemeriksaan yang dilakukan oleh TGPF dan Polisi.

Ungkap Hasil Investigasi Oleh Gabungan Pencari Fakta

Tim Gabungan Pencari Fakta yang dibentuk oleh Tito Karnavian tersebut telah menyampaikan isi dari hasil investigasi. Melalui juru bicaranya, Rabu (17/07/2019), Nur Kholis, sekaligus sebagai tanda bahwa kasus Novel telah memasuki babak baru.

Investigasi yang dilakukan selama kurang lebih 6 bulan, telah memunculkan beberapa temuan, meskipun belum secara gamblang menyebutkan pelaku penyerangan. Namun dugaan motif penyerangan terhadap Novel Baswedan sudah dikantongi oleh Tim Gabungan Pencari Fakta.

Berikut ini beberapa fakta terkait hasil investigasi kasus penyiraman air terhadap Novel Baswedan, antara lain :

  1. Berhubungan Dengan Penanganan Novel Di KPK

Salah satu fakta dari hasil temuan kasus penyiraman air keras Novel Baswedan tersebut ada hubungannya dengan penanganan terhadap kasus-kasus yang sebelumnya ditangani oleh Novel di KPK.

Akibat ketidakpuasan tersebut, maka mereka menjalankan aksi terror dengan menyiram air keras ke muka atau wajah sang penyidik senior KPK tersebut.

Tim investigasi berpendapat bahwa aksi penyerangan tersebut sebagai bentuk balas dendam atas sakit hati yang pelaku rasakan. Sehingga pelaku ingin Novel merasakan penderitaan dengan membuat bagian dari wajahnya menjadi cacat.

  1. Menemukan 3 Terduga Pelaku Penyerangan

Fakta lainnya dari hasil investigasi yang dilakukan oleh Tim Gabungan Pencari Fakta adalah menemukan 3 terduga pelaku penyerangan. Pihaknya sebelumnya sudah melakukan reka ulang tempat kejadian perkara.

Tidak hanya itu, TGPF juga sudah menganalisa isi dari CCTV disekitaran tempat tinggal Novel Baswedan.

Dari CCTV tersebut, pihak TGPF mencurigai 3 terduga pelaku penyerangan. Di tanggal 5 April 2017 terdapat 1 orang tidak dikenal yang mendatangi rumah Novel.

Kemudian disusul pada tanggal 10 April 2017 terdapat 2 orang lainnya yang juga tiadk dikenal, datang ke rumah Novel. Ketiga orang inilah diduga ada hubungannya dengan penyerangan terhadap Novel Baswedan.

  1. Meminta Untuk Membentuk Tim Khusus

Karena sudah terlalu lama diusut dan tidak juga menemukan titik terang, membuat Wadah Pegawai KPK kemudian mendesak Jokowi untuk segera menyelesaikannya.

Pada peringatan 500 hari penyerangan Novel tepatnya di depan Gedung KPK, mereka meminta Tito Karnavian juga untuk membentuk tim khusus guna mengejar 3 terduga pelaku penyerangan tersebut.

Baca juga : You Must Know, 6 Presiden Paling Kontroversial Di Dunia

  1. 3 Jenderal Turut Diperiksa

Setidaknya ada 3 jenderal aktif yang ikut diperiksa selama masa investigasi berlangsung. Pihak TGPF sendiri enggan menyebutkan Jenderal tersebut berasal dari institusi mana.

Semua hasil investigasi akan diumumkan pada pekan depan ketika hasil sudah dibaca dan diterima oleh Kapolri pada Selasa Malam.

Masyarakat hanya harus lebih bersabar hingga pekan depan. Hal ini sesuai dengan kesepakatan dan prosedur yang memang harus ditaati oleh setiap angota Tim Gabungan Pencari Fakta.

Menurut penuturan dari salah satu anggota tim gabungan pencari fakta, bahwa ada juga yang berpangkat bintang 3.

Nah itulah beberapa fakta terkait babak baru kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan. Segala bentuk tindak kejahatan tentu akan mendapatkan hukuman yang setimpal.

Baik TGPF maupun Polri sama-sama berusaha semaksimal mungkin untuk dapat mengungkap kasus ini secara tuntas. Sehingga bagi siapapun yang menjadi pelakunya bisa mempertanggungjawabkan perbuatannya secara hukum.